Mengapa mechanical engineering memerlukan matematika? Sebetulnya, pertanyaan serupa adalah: mengapa fisika membutuhkan matematika? Ya, matematika adalah satu-satunya alat untuk bisa mengukur sesuatu secara tepat (exact). Konsep-konsep dalam fisika sebetulnya adalah sekumpulan formulai mengenai sunnatullah fil kaun, misalnya hukum gravitasi, hukum kelembaman, hukum kekekalan energi, dsb. Nah, agar konsep-konsep tersebut bisa dituangkan dalam rumusan yang bisa diukur secara tepat, dibutuhkanlah matematika. Sehingga, muncullah konsep-konsep fisika itu dalam bentuk rumus-rumus matematika.
Dari sinilah kita memahami bahwa seseorang yang mendalami engineering harus bagus dalam matematika. Berbicara tentang matematika itu sendiri, ia terbagi menjadi tiga cabang utama: aljabar (algebra), geometry, dan kalkulus. Wikipedia mendefinisikan ketiga cabang matematika ini dengan sangat baik: “Algebra is the study of operations and their application to solving equations, geometry is the study of shape, and calculus is the study of change.” Read More…

Sekarang mari kita berbicara tentang beberapa bidang yang menjadi subordinasi mechanical engineering. Berbicara masalah ini, sebetulnya tidak ada pembagian yang paten atas mechanical engineering: tidak ada ketentuan baku mengenai mechanical engineering itu dibagi menjadi berapa dan apa saja. Akan tetapi disini saya akan memaparkan secara sangat singkat pembagian yang biasa dilakukan di dunia pendidikan, yakni di Departemen Teknik Mesin perguruan-perguruan tinggi di Indonesia. Dalam hal ini, mechanical engineering biasa dibagi menjadi: 1) desain, 2) konversi energi, 3) produksi atau manufaktur, dan 4) metalurgi (ilmu logam).
Saya ingin memulai blog ini dengan sebuah pertanyaan: what is mechanical engineering? Anda tahu jawabannya? Tentu saja, mungkin ada yang sangat tahu, ada yang sedikit tahu, ada yang masih mengira-ngira, dan barangkali ada yang belum tahu sama sekali. Ini sudah biasa. Berikut ini kurang lebih jawaban versi saya…
KOMENTAR TERBARU