Blog Owner

Saya Abdur Rosyid. Saya adalah seorang sarjana teknik mesin (bachelor of mechanical engineering), lulusan Departemen Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Indonesia. Dan kini, graduate student dan research assistant di Mechanical Engineering Department, King Saud University, Saudi Arabia.

Di ITS, saya mengambil Desain sebagai minor saya, dengan tugas akhir berjudul ‘Pembuatan Perangkat Lunak Sintesis Kinematis Four Bar Linkage Jenis Function Generation’. Alasan saya memilih Desain sebagai minor adalah karena saya menyukai hal-hal yang berbau perancangan, analisis, sintesis, intuisi, dan seni. Saya merasa mendapati semua itu pada Desain.

Sebelum belajar di ITS, saya sebetulnya sudah belajar tentang permesinan selama tiga setengah tahun di STM Perkapalan Sidoarjo – Pusdiklat PT PAL Surabaya. Ketika itu saya mengambil Jurusan Permesinan, dengan tugas akhir berjudul ‘Analisa Geometri Pahat Bubut Rata Luar’. Sebagaimana tergambar dalam judul tugas akhir tersebut, fokus belajar saya ketika itu adalah permesinan logam (metal machining).

Dengan latar belakang pendidikan menengah dan pendidikan tinggi saya yang semuanya mengambil permesinan, rasanya tidak aneh jika saya sangat familiar dengan dunia permesinan, baik yang bersifat teoretis maupun yang praktis. Saya sendiri sering mendapati bahwa sarjana pada suatu bidang yang sebelumnya telah belajar di sekolah menengah pada bidang yang sama relatif lebih matang keilmuannya. Setidak-tidaknya, karena semuanya berbanding lurus dengan fungsi waktu (yakni lamanya belajar).

Beruntung sekali saya bisa merasakan pendidikan kejuruan permesinan di STM Perkapalan Sidoarjo in cooperation with Pusdiklat PT PAL Surabaya. Menurut penilaian saya, sekolah ini merupakan salah satu sekolah menengah terbaik di bidangnya, ketika itu. Kelengkapan perangkat-perangkat belajarnya, kedisiplinan, sistem pendidikannya, dan iklim belajarnya yang kondusif merupakan beberapa diantara kelebihannya. Saya tidak hendak melebih-lebihkan dan bersikap hiperbolis. Memang demikianlah kesan jujur saya.

Belajar di Pusdiklat PT PAL ketika itu adalah sebuah kemujuran yang besar, karena disana kita belajar dalam lingkungan industri yang canggih. Salah satu hal lebih yang saya dapatkan disana adalah wawasan dan ketrampilan. Kita betul-betul telah dibentuk disana untuk menjadi seorang yang benar-benar berwawasan sekaligus skillful dalam permesinan.

Adapun belajar mechanical engineering di ITS bagi saya adalah belajar di kampus terbaik negeri ini. Betapa tidak, Departemen Teknik Mesin ITS ketika itu adalah (menurut penilaian Badan Akreditasi Nasional – Dikti) departemen teknik mesin terbaik se-Indonesia. Lagi-lagi, saya hanya bisa berucap syukur alhamdulillah karena bisa belajar di tempat-tempat terbaik di negeri ini.

Untuk lebih mendalami dunia mechanical engineering, saya melanjutkan studi master di Mechanical Engineering Department, King Saud University, di Riyadh, ibukota Saudi Arabia, sampai dengan saat ini. Semoga Allah memberikan kemudahan dan taufiq kepada saya dalam menimba ilmu di perguruan tinggi tertua Saudi Arabia ini.

Akhirnya, lepas dari segala hal, mechanical engineering adalah hobi utama saya, sebagaimana saya memiliki hobi-hobi sekunder seperti berenang dan bermain sepakbola…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.