Posted by: abdurrosyid | March 29, 2008

What is Mechanical Engineering?

Saya ingin memulai blog ini dengan sebuah pertanyaan: what is mechanical engineering? Anda tahu jawabannya? Tentu saja, mungkin ada yang sangat tahu, ada yang sedikit tahu, ada yang masih mengira-ngira, dan barangkali ada yang belum tahu sama sekali. Ini sudah biasa. Berikut ini kurang lebih jawaban versi saya…

Mechanical engineering adalah salah satu cabang atau bagian dari engineering yang amat luas. Apa iya sih engineering itu amat luas? Tentu saja. Sekarang ini bahkan engineering tidak hanya dimonopoli oleh basis ilmu-ilmu eksakta, tetapi juga basis ilmu-ilmu sosial. Anda pernah kan mendengar istilah social engineering? Tuh kan…

Tapi pada umumnya yang dimaksudkan dengan engineering itu ya yang berbasis ilmu-ilmu eksakta. Dalam konteks ini, engineering biasa diartikan sebagai terapan dari sains (maksudnya: sains kealaman). Contohnya ya mechanical engineering itu sendiri, yang merupakan terapan dari mechanics (ilmu mekanika). Ilmu mekanika adalah sains, salah satu cabang ilmu fisika. Kendati cuma cabang (dari fisika), ilmu mekanika ternyata juga masih bercabang-cabang lagi. Secara umum, ilmu mekanika biasa dibagi menjadi statika dan kinetika. Trus, kinetika dibagi menjadi kinematika dan dinamika. Dari segi obyeknya, ilmu mekanika bisa dibagi menjadi mekanika fluida, mekanika benda tegar, dan sebagainya.

Karena ilmu mekanika memiliki banyak cabang, maka mechanical engineering (yang merupakan terapannya) otomatis juga punya banyak cabang. Jelas kan?

Dari pengertian ini, saya (dan kayaknya banyak juga yang lainnya) merasa kurang sreg jika mechanical engineering dialihbahasakan menjadi teknik mesin (sebagaimana yang sudah dikenal luas). Alasannya, mechanical engineering tidak hanya berbicara tentang mesin. Ini jika mesin disini merupakan kata lain untuk ‘machine’ ataupun ‘engine’. Lho kok? Ya, karena machine maupun engine hanyalah dua diantara banyak hal yang dibicarakan dalam mechanical engineering. Machine and engine are just a part of mechancial engineering. Kecuali jika mesin disini dimaknai sepadan dengan mechanical. Tapi apa ya bisa?

Kalau bukan teknik mesin, apa dong terjemahan yang tepat untuk mechanical engineering? Ya bisa didiskusikan lah. Misalnya, teknik mekanika atau rekayasa mekanika, atau yang lainnya mungkin…

Sedikit tambahan sebelum menutup tulisan ini. Tadi saya katakan bahwa mechanical engineering adalah terapan dari ilmu mekanika. Namun perlu juga diketahui, dalam perkembangannya (sudah lama sih) mekanika itu ternyata ada dua: Mekanika Newtonian dan Mekanika Quantum. Tuh kan? Apa lagi tuh…

Simpelnya begini. Mekanika Newtonian diterapkan untuk benda-benda besar, yang bisa kita lihat dan kita rasakan lah. Sedangkan Mekanika Quantum tuh diterapkan untuk partikel (kalau yang ini nggak bisa kita lihat dan kita lihat, hanya bisa dihitung he he). Kendati sudah ada Mekanika Quantum yang lebih baru, Mekanika Newtonian tetaplah sangat dan amat akurat untuk obyek-obyek non partikel. Nggak percaya? Buktikan sendiri…


Responses

  1. Bagus Pak Artikelnya..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: